Astagfirullah Tempat Ibadah Dipakai Transaksi Narkoba

0
46
Ilustrasi Jual Narkoba Balikpapan

BALIKPAPAN – Upaya mengelabui aparat hukum terus dilakukan para pengedar narkoba. Media penyimpanan dan lokasi transaksi selalu berkembang. Bahkan tempat ibadah pun jadi lokasi menjanjikan meloloskan barang haram. Seperti yang dilakukan sindikat narkoba Balikpapan, Senin (12/3) lalu.

Seorang pria bernama Bambang Witono (32) tertangkap Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan sedang mengambil paket di sebuah rumah ibadah di Jalan MT Haryono, Batu Ampar, Balikpapan Utara. Bambang sebelumnya sudah masuk target operasi BNNK.

Sekira pukul 16.30 Wita setelah tiga hari dilakukan pembuntutan, warga Balikpapan Barat itu muncul di rumah ibadah. Lantas mengambil bungkusan plastik hitam. Karena yakin plastik tersebut berisi narkoba, petugas BNNK langsung meringkusnya.

“Di dalam plastik itu, kami temukan lima kaleng cat kayu. Karena curiga, kami bongkar. Masih ada catnya baru seolah dibeli dari toko bangunan,” terang Kepala BNNK Balikpapan Kompol Muhammad Daud dalam rilisnya, Rabu (14/3) siang.

Setelah satu kaleng cat ditumpah, ditemukan bungkusan berupa balon. Kembali dibongkar ternyata berisi 50 butir narkoba jenis amfetamina atau ekstasi. Total ada 250 butir ekstasi yang berhasil digagalkan untuk diedarkan di Balikpapan.

“Tersangka ini pada 2016 keluar dari panti rehabilitasi. Sementara orangtuanya saat ini masih dipenjara karena kasus narkoba,” ungkap Daud.

Daud menyebut, Bambang masuk jaringan pengedar narkoba Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU). Pemasoknya berinisial AK yang masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO). “Masih kami lakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pemasok ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Bambang mengaku pada pukul 14.00 Wita mendapat telepon dari AK. Diminta mengambil paket sabu di samping tempat ibadah. Dirinya menyebut akan diberi imbalan. Yang sebagian akan digunakan untuk mengonsumsi barang haram. “Baru sekali, Pak. Diminta mengantar ke PPU,” ucapnya pelan.

Karena perbuatannya, Bambang dikenakan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Untuk ancamannya pidana penjara 20 tahun hingga seumur hidup. Bahkan maksimal hukuman mati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here