Bentrokan Masa Dengan Aparat Keamanan Memakan Korban, 2 Korban Luka luka + Jejak Kasus Sulteng.

oleh

Jejak-kasus.com | Sulteng, Mulanya eksekusi yang dijadwalkan pada Senin hari ini (19/3/2018) oleh Pengadilan Negeri Luwuk berlangsung aman, namun terhambat barisan ibu-ibu pengajian di pertigaan Jalan Yos Sudarso menuju objek eksekusi.

Kabag Ops Polres Banggai, Kompol Djamaluddin Darise terlihat sempat bernegosiasi dengan perwakilan masyarakat terkait adanya tenda dan ibu-ibu pengajian di jalan menuju lokasi eksekusi.

Kesiapan pelaksanaan eksekusi diawali dengan apel gabungan pengamanan TNI POLRI di Mapolres Banggai yang diikuti oleh 837 personil yang terlibat pengamanan dan dihadiri oleh Irwasda Polda Sulteng Kombes Pol Drs. Aries Hidayat sebagai ketua team assistensi pengamanan. Selanjutnya pasukan menuju lokasi Eksekusi.

Terlihat dilokasi pada arah jalan masuk telah di hadang oleh ibu-ibu yang mengenakan baju sholat sambil berdzikir sekitar 30 orang dan massa sekitar 300  orang di baris an kedua dengan peralatan batu, tombak dan bom molotov. kemudian aparat keamanan melakukan negoisasi bersama Polwan untuk membubarkan diri, namun tidak dihiraukan dan telah diberikan kelonggaran waktu sampai dengan sholat Dhuhur sekitar pk 13.00 wita.

Kemudian selesai sholat dhuhur aparat keamanan kembali melakulan himbauan dan negosiasi namun masa semakin tidak terkendali dan dilakukan upaya paksa dengan di semprot menggunakan water canon namun mendapatkan perlawanan dari masa yang sudah mempersiapkan diri dengan bom molotov, ketepel dan batu, sehingga di lakukan tembakan gas air mata.

Dilokasi terlihat kericuhan dan kemudian aparat keamanan melakukan semprotan water canon, tembakan gas air mata masa kemudian melakukan perlawanan dengan lemparan batu dan kayu, saat yang bersamaan massa yang berada di lokasi eksekusi merusak kaca-kaca jendela bagian depan gedung dinas nakertrans dàn membakar pintu depan serta merusak barang-barang milik kantor kelurahan yang semuanya berada di areal yang akan di eksekusi.

Dari Bentrokan Masa Dengan Aparat Keamanan Memakan Korban luka luka sebanyak 2 korban karena lemparan batu dari arah massa  ;
anggota Polri an bripka ZULKIFLI PANDOLO anggota polsek toili, luka pada wajah sebelah kanan kena lemparan batu dan warga masy an H HALIL  yang luka pada kepala bagian belakang. Keduanya sudah mendapat pertolongan dari team kesehatan yang berada di sekitar lokasi.

Saat di konformasi Kapolres luwuk AKBP. Heru Pramukarno,SIK membenarkan telah diamankan 26 orang yg terindikasi melakukan provokasi dan melakukan pelemparan bom molotov dan batu. Turut diamankan pula sebagai barang bukti berupa, 41 batang bambu runcing, 21 buah bom molotov, 1 buah bom ikan, 4 buah spanduk, 16 buah bambu yg sudah diisi dgn sumbu, 1 bh tabung gas elpiji 12 kg dan1 jerigen isi 5 lt bbm jenis pertalite yang di simpan dalam ban bekas yang akan di bakar.
Mereka diamankan di Mapolres Banggai beserta Barang bukti yang ada.

Lanjut Kapolres Pada pukul 15.45 dibacakan salinan berita acara putusan eksekusi oleh Panitera Pengadilan negeri Luwuk dilanjutkan dengan pelaksaan eksekusi dengan merobohkan bangunan dengan menggunakan 1 eksavator, tanpa ada perlawanan dari massa.

Kegiatan eksekusi hari pertama dilaksanakan sampai dengan pukul 17.30 wita dengan telah di robohkan 10 bangunan yang terbuat dari papan dan seng, Selanjutnya warga yang lain membongkar sendiri bangunan yang ada.

Situasi kota luwuk saat ini terkendali dan masyarakat sudah mulai berangsur kembali ke rumah masing masing. Namun Petugas Gabungan masih bersiaga sekaligus mulai melakukan penggalangan warga luwuk aga tidak terjadi tindakan anarkhis susulan. tutup Kapolres luwuk AKBP. Heru Pramukarno,SIK. (Tim 9).

Tentang Penulis: Admin Jejak Kasus

Gambar Gravatar
http://Jejak-kasus.com | Fakta & Akuntabel - Telp/ Wa Pengaduan: 082243319999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *