Derita Shintia Belum Berakhir

oleh

Derita Shintia Belum Berakhir

NGANJUK | Jejak-kasus.com -,
Shintia Amelia (15), menderita sakit lumpuh kaki sejak usia 9 bulan dan kelumpuhan organ lainnya hingga kini belum mendapat uluran tangan dari Pemerintah untuk kepastian kesembuhannya.

Derita ini mulai mendera Shintia dimulai saat usia 9 bulan menderita sakit panas yang tidak kunjung reda sehabis sakit akibat jatuh menggunakan alat bantu jalan (apollo). Setelah semalam panas badannya tidak mereda, pagi harinya langsung di bawa ke RSUD Kertosono Nganjuk. Oleh dokter specialis yang menanganinya langsung melakukan penanganan medis dengan suntikan penurun panas. Dan dilakukan penyuntikan tiap 5 menit sekali sampai perawatan 3 jam.

Kondisi Shintia tidak semakin membaik, malahan seluruh badannya lemas lunglai. Dilanjutkan perawatan sampai seminggu di RSUD tanpa membuahkan hasil. Akhirnya Shintia di bawa pulang kembali ke rumahnya. Akibat suntikan penurun panas yang terus menerus itu, Shintia menanggung derita kelumpuhan hingga 14 tahun sampai sekarang.


Selasa (24/07/2018), kedua orangtua Shintia yakni Senin (69 tahun) dan Khoitin (38 tahun), kepada online Jejakkasus.Com mengatakan, pekan lalu, sekitar pukul 3 sore dirinya sangat terkejut, tiba tiba kedatangan tamu yang berpakaian dinas Kepolisian. Keterkejutannya bersama istrinya atas rombongan Polisi dari Polsek Kertosono Nganjuk akhirnya mereda setelah salah satu Polisi yang sudah dikenalnya juga ikut serta dalam rombongan yakni M. Fatoni.

Panit Intel, Ipda M. Fatoni anggota Polsek Kertosono kepada orangtua Shintia mengatakan, rombongan ini dari Polsek Kertosono dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kertosono, Kompol Abraham Sissik, S.Sos. SH. M.H.

Tujuan kunjungan ini, hanya silaturrohmi kepada keluarga disini dan juga untuk menengok Shintia. Setelah beberapa waktu bercengkerama dengan anaknya, rombongan menyerahkan bingkisan berupa sembako dan amplop berisi uang.
” Alhamdulillah, terimakasih Bapak Abraham dan rombongannya, semoga upaya ke depan atas kesembuhan putrinya dari Kepolisian bisa mendapatkan jalan terbaik, ” ucapan Senin diamini Istrinya.

Sementara itu, Panit Intel Polsek Kertosono, Ipda M. Fatoni, ketika dihubungi olek media membenarkan adanya kunjungan rombongan yang dipimpin langsung Kapolsek Kertosono.
Kunjungan saat itu bertujuan untuk melihat langsung kondisi Shintia yang mengalami kelumpuhan 14 tahun itu.

Selain itu, ini semua wujud kepedulian Bapak Abraham yang kebetulan beliau saat ini menjabat Kapolsek. Tidak semua orang yang mempunyai karakter dan sikap seperti itu, yakni berjiwa sosial tinggi dan tidak memandang perbedaan.

” Banyak orang yang pernah dibantu, jiwa kepemimpinannyapun sangat dihargai semua anggotanya, ” tutur M. Fatini. (sis/jejakkasus)

Tentang Penulis: Admin Jejak Kasus

Gambar Gravatar
http://Jejak-kasus.com | Fakta & Akuntabel - Telp/ Wa Pengaduan: 082243319999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *