Hari Sumarsono: Kejaksaan Negeri Ponorogo Salah Tangkap, Kades Ngunut Merasa Tercoreng Namanya

oleh

 

Jejak-kasus.com | PONOROGO, – Hari Sumarsono merasa sangat dirugikan dan merasa tercoreng nama baiknya selaku Kepala yang ada di Desa Ngunut Kecamatan Babdan Ponorogo Jawa Timur. Karena apa, kejadian penangkapan dari personil Kejaksaan Negeri Ponorogo yang di kawal dari pihak kepolisian bersenjatakan laras panjang itu, 8 orang yang terdiri dari Kepala Desa Ngunut, Sekdes, Bendahara Desa dan 5 Pokmas PTSL ditangkap dengan paksa di depan para pemohon program PTSL di Kantor Desa Ngunut, Jum’at (23/3/2018).

Dalam perkara ini, Kepala Desa Ngunut, Hari Sumarsono menurut keterangan, sudah melakukan pungutan liar (Pungli) program Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) di Desa Ngunut Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo Jawa Timur tahun 2018.

“Dengan adanya penangkapan yang di lakukan oleh Kejaksaan Negeri Ponorogo, kami jelas merasa dirugikan dan merasa tercoreng nama baiknya terutama pada penangkapan kemarin (Hari Jum’at_red) di depan para pemohon PTSL, “Terang Kepala Desa Ngunut di rumahnya.

Lebih lanjut Hari mengatakan, dari permasalahan tersebut dirinya tidak merasa bersalah sebab dirinya tidak ikut di dalamnya program PTSL itu sebab di program tersebut sudah terbentuk Kolompak Masyarakat (Pokmas). “Kami tidak ikut campur dengan keuangan program PTSL itu, sebab program PTSL itu sudah terbentuk kelompok masyarakat (Pokmas). Permasalahan iyuran tersebut itu atas dasar usulan dari masyarakat dan untuk biayanya juga sudah di sepakati kedua belah pihak antara para ketua pokmas dan pemohon, jadi dari pihak Kejaksaan menangkap saya dan 7 lainnya itu sangat salah dan menurutku sangat mencoreng nama baik saya selaku Kepala Desa di Desa Ngunut ini, “Terangnya. (Ilyas).

Tentang Penulis: Admin Jejak Kasus

Gambar Gravatar
http://Jejak-kasus.com | Fakta & Akuntabel - Telp/ Wa Pengaduan: 082243319999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *