ini Kata Sri Mulyani Soal Pendidikan di Era Jaman Now

oleh
Kata Sri Mulyani Soal Pendidikan di Era Jaman Now

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai kurikulum pendidikan saat ini harus sesuai jaman now, yaitu mengikuti perkembangan teknologi. Dia menilai manusia adalah aset paling berharga bagi suatu negara. Hal itu juga berlaku untuk Indonesia.

Penduduk Indonesia 250 juta di mana 75 juta merupakan pelajar mulai dari TK hingga SMA. Jumlah sekolah di Indonesia ada 302.000 dan jumlah guru dan kepala sekolah sebanyak 3,1 juta.

“Saya ingin presentasikan mengenai bagaimana tantangan sekaligus mengenai aset kualitas di Indonesia. Manusianya akan lebih baik, inovatif, produktif, kreatif, cerdas apabila sehat dan memiliki pendidikan,” kata Sri Mulyani di acara Learning Inovation Summit, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Pemerintah sejak 2009 telah mengalokasikan anggaran khusus untuk sektor pendidikan sebesar 20% dari total belanja negara yang tercatat dalam APBN. Sekarang anggaran pendidikan dialokasikan Rp 444 triliun atau 20% dari total belanja negara.

Dengan anggaran yang besar ini harus dipastikan kualitas seluruh SDM di Indonesia harus tinggi. Mulai dari kreatif, inovatif, produktif, hingga cerdas.

“Karena sektor kesehatan, infrastruktur penting, listrik penting, transportasi penting, perdagangan penting, makanya kalau anda tidak memastikan maka anda menyiakan (anggaran pendidikan), karena ada tidak punya effort,” ujar dia.

Menurut Sri Mulyani Indonesia masih sibuk untuk membenahi proses, manajemen pendidikan yang harus diimbangi dengan perkembangan teknologi, seperti halnya industri yang sudah ke level 4.0, artificial intelligence. Teknologi yang secara langsung mampu mengganti peran-peran manusia.

“Orang bisa berkomunikasi dengan internet, dan semua bisa terkoneksi dengan internet, makanya disebut mobil tanpa pengemudi, kita bicara mungkin ini yang smart, kalau kita ngantuk lampunya redup sendiri, kalau sudah gerah AC-nya naik sendiri, kita akan hidup dengan teknologi,” tutur dia.

Sri Mulyani menambahkan, apa yang sudah dipelajari selama 15 tahun atau dari TK sampai lulus kuliah tidak lagi sama dengan realita. Menurut Sri Mulyani, peran para pekerja termasuk guru juga terancam oleh robot.

“Pendidikan menengah dan pendidikan tinggi 15 tahun yang kita pelajari mungkin sudah tidak relevan. Robot atau artificial intelligence itu hebat, kalau bicara tenaga kerja seperti motong sepatu, lem sepatu, motong baju itu adalah kerjaan yang mudah digantikan robot,” ungkap dia.

Dia berpesan agar para masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial untuk terus memiliki perspektif ke depan untuk menciptakan perbaikan dengan mengkombinasikan teknologi dalam setiap pelajaran yang diambil.

“Karena yang tidak bisa dibeli dengan gaji adalah karyawan yang setia terhadap institusinya, dan yang terakhir robot, teknologi boleh datang, yang tidak bisa digantikan adalah interaksi manusia, love. Robot itu tidak punya cinta, empati, dan passion, silahkan terus berinovasi, jangan hilangkan sisi kemanuasiaan kita,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *