Jejak Kasus Hebat | Sungguh Ini Ke Ajaiban Allah Swt.

0
29

 

Jejak-kasus.com | Jangan Berat Jari Tngan – Ketik Subhanallah bila sarang semut ini tadi pagi ada lafaz Allah, yang like share komen Amiin semoga rezeki melimpah aamiin.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (Qs. Al-Fatihah: 1)

Seringkali manusia mengerjakan dan memulai setiap pekerjaan mereka dengan menggunakan nama-nama yang mereka muliakan dan mereka agungkan, agar pekerjaan mereka bisa menjadi berkah dengannya atau agar bisa mengingatkan mereka kepadanya. Hal ini sebagaimana ketika para orang tua yang menamai anaknya yang baru lahir dengan menggunakan nama seseorang yang mereka cintai atau yang mereka muliakan, agar nama tersebut tetap hidup dengan menggunakannya kembali seperti seseoang yang yang menamai anaknya dengan nama ayahnya agar ingatan tentang ayahnya tetap hidup dan ia tidak lupa kepadanya.

Demikianlah surat ini dimulai dengan nama Allah Azza Wa Jalla untuk menghubungkan makna yang terkandung di dalamnya dengan-Nya dan juga untuk mendidik hamba-hamba-Nya dalam beramal dan bertutur kata, sehingga mereka memulai setiap amalan dengan menyebut nama-Nya dan apa yang mereka lakukan ditandai dengan nama Allah dan disandarkan kepada-Nya dan dilakukan untuk-Nya SWT, sehingga amalan tersebut tidak hilang dan sia-sia, karena ia dilakukan dengan nama Allah yang tidak dapat musnah dan hilang.

Hal ini Allah jelaskan dalam pernyataan-Nya di beberapa tempat: Yakni bahwa Dzat-Nya tidak akan musnah, dan bahwa Ia akan menjadikan semua amalan yang dilakukan bukan karena-Nya seperti debu yang beterbangan, dan menggugurkan apa yang mereka perbuat, dan bahwa tidak ada sesuatu pun yang kekal kecuali Dzat Allah SWT maka hanya amal perbuatan yang dilakukan untuk-Nya lah yang akan kekal.[1]

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Abdullah bin Yahya bertanya kepada Imam Ali as. ia berkata: Wahai Amirul Mu’minin apakah tafsiran dari bismillahirrahmanirrahim? Beliau menjawab:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَقْرَأَ أَوْ يَعْمَلَ عَمَلاً فَيَقُولُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ فَإِنَّهُ يُبَاركُ لَهُ فِيهِ

“Sesungguhnya jika seorang hamba ingin membaca atau melakukan suatu pekerjaan lalu ia berkata “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” maka ia akan diberkahi di dalam (pekerjaan) nya (tersebut)”.

Oleh karena itu juga lah Nabi Nuh as. ketika menaiki bahtera saat dilanda banjir yang amat dahsyat dan menghadapi berbagai rintangan untuk sampai ke tujuannya, beliau memerintahkan kepada para pengikutnya untuk mengulang-ulang basmalah baik ketika berlayar maupun ketika berlabuh.

وَ قَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا

“Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya”. (Qs. Hud: 41)

Maka perjalanan yang dipenuhi dengan rintangan ini pun berakhir dengan selamat dan berkah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran Al-Karim:

قِيلَ يَا نُوحُ اهْبِطْ بِسَلاَمٍ مِنَّا وِبَرَكَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَمٍ مِمَّنْ مَعَكَ

“Difirmankan: “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh dengan keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu”. (Qs. Hud: 48)[2]

Demikianlah setiap surat dalam Al-Quran dimulai dengan basmalah agar tujuan aslinya untuk membimbing manusia menuju kebahagiaan bisa terlaksana. Hanya surat At-Taubah saja yang tidak dimulai dengan basmalah, karena surat ini diawali dengan pernyataan perang terhadap kaum musyrik dan para pengingkar di Mekkah, sedangkan pernyataan peran tidak cocok dengan sifat Pengasih dan Penyayang pada Dzat Allah. (Priya).

Jejak Kasus | Sungguh Ini Ke Ajaiban Allah Swt.

Siti Aisyah | Share/bagikan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here