KEJAKSAAN NEGERI LABUHANBATU LAGI-LAGI MANDUL

oleh

Jejak-kasus.com | Labuhanbatu 16 Mei 2018, Masih ingatkah anda tentang issu yang terbit di tanggal 15 Mei 2018 dengan judul: “ALOKASI DANA DESA TIDAK DIKERJAKAN ALIAS FIKTIP KEJAKSAAN NEGERI LABUHANBATU TAK PEDULI”. Ternyata berita itu bukan menjadi perbincangan yang serius untuk dikaji, sebab Besar kemungkinan sudah menjadi tradisi atau kebiasaan Kejaksaan Negeri labuhanbatu untuk tidak menindak lanjuti laporan pengaduan, Ujar DARMONO RAJA. SH kepada awak media Detikkasus.com

Dihotel Platinum Rantauprapat Darmono Raja SH beliau mengatakan “Dalam surat laporan dugaan korupsi Proyek fiktip sumur bor di Desa Teluk Piai Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang kami laporkan pada tanggak 25 Pebruari 2018 Sangat jelas Gambarnya tertera, dan sangat jelas juga titik permasalahan sumur bor fiktip yang kami laporkan, Sumur tersebut tidak ada, yang ada hanya 2 buah mesin air untuk mengisap air dari kolam belakang Pustu, Untuk disalurkan kerumah warga dengan menggunakan viva. Besar kemungkinan Gambar uang yang di berikan oleh CV SAFITRI sangat cerah terlihat oleh kasat mata penyidik sehingga, Laporan dugaan kurupsi maupun gambar yang kami sugukan sebagai bukti tambahan laporan pengaduan menjadi kabur di lihat oleh kasat mata penyidik.

DARMONO RAJA SH. Menuturkan secara rinci bahwa “Aliansi Pers Lsm Ormas dan Mahasiswa (APELOMA), terdiri dari (1). Ketua DPP GEBERAKKAN RI, (2). Ketua DPK LPPN-RI, (3). Media Brantas Kriminal, Korupsi, Narkoba. (4). Media TV Polri, (5). Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan (6). LSM Peduli Anak Bangsa (PAB). Yang menyurati Kejaksaan Negeri Labuhanbatu tapi tak ditindak lanjuti, Konon lagi laporan warga desa sungai tawar tertanggal 12 Pebruari 2018. Laporan pengaduan dugaan korupsi yang di sampaikan oleh APELOMA menjadi batu sandungan, Seakan sering terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan jabatan di penegak hukum Labuhanbatu khususnya Kejaksaan, Ujar ADI SUBAGIO kepada awak media Detikkasus

UDIN sebagai Pengelola atau Penanggung jawab CV. SAFITRI, Tidak bersedia membalas sms konfirmasi yang dikirim awak media, bahkan telpon berdering hingga tiga kali tak kunjung diangkatnya, SYAMSIDAH Pecinta alam dan Lingkungan mengatakan, “Sudah selayak Kabupaten Labuhanbatu menjadi senter utama untuk Operasi Tangkap Tangan (OTT), Tidak mungkin bisa lolos terlapor dari jeratan hukum jika tidak ada setorannya, Kalaupun bisa lolos dari jeratan hukum seharusnya Kejaksaan Labuhanbatu mampu menjelaskan Dasar-dasar beliau lolos, agar pelapor tidak kecewa terhadap politik hukum di negeri atas awan. ( J. Sianipar )

Tentang Penulis: Admin Jejak Kasus

Gambar Gravatar
http://Jejak-kasus.com | Fakta & Akuntabel - Telp/ Wa Pengaduan: 082243319999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *