Kepada Masyarakat, Polri Tekankan Masyarakat Kritis dalam Pilah Informasi di Medsos.

oleh

Jejak-kasus.com | Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengimbau kepada masyarakat agar dapat selektif memilah informasi di media sosial karena dalam era yang serba digital harus lebih waspada dan peduli terkait informasi yang diterim.

“Masyarakat juga tidak mudah menyebarkan sebuah informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Sebab, secara otomatis yang menyebarkan berita hoaks merupakan pelaku pasif yang kemudian dapat merugikan orang lain,” kata Juru Bicara Polri Kombes Sri Suari Wahyuni, dalam diskusi bertema “Ancaman Hoaks dan Ujaran Kebencian Bagi Persatuan dan Kesatuan Bangsa” yang digelar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti), di MGK Kemayoran Office, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (29/3).

Menurut dia, Polri sudah memprediksikan marak fenomena hoaks atau kabar bohong maupun ujaran kebencian di Indonesia, sehingga sejak beberapa waktu lalu sudah menempatkan manajemen media sebagai visi utama.

“Sejak melakukan fit and proper test di DPR, beliau (Kapolri) telah menyatakan manajemen media sebagai misi utama. Beliau sudah meramalkan ini (hoaks) akan terjadi dan benar. Belum satu tahun beliau jadi Kapolri dan sudah terjadi,” kata Sri lagi.

Ia mengakui, guna mengatasi kondisi itu, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah tindakan, baik preemtif, preventif, maupun represif, yakni pencegahan bagi masyarakat.

Pihaknya juga tidak segan-segan akan menindak para pelaku yang dengan sengaja melakukan penyebaran hoaks dengan kepentingan tertentu.

“Ada dua strategi Polri karena ranahnya preemptif, preventif dan represif. Untuk dimensi preemptif dan preventif dilakukan penanggulangan,” ujar Sri pula.

Polri juga menggandeng para tokoh pemuka agama agar dapat menjadi penengah dan memberikan pemahaman yang baik bagi masyarakat, terlebih agama memiliki potensi untuk disalahgunakan demi kebutuhan tertentu.

“Itu yang dilakukan oleh Polri, melibatkan sebanyak mungkin siapa pun beliau dari tokoh baik agama budaya untuk mendinginkan sistem sosial, meskipun mesin politik akan tetap panas,” ujar dia. (Tim9).

Tentang Penulis: Admin Jejak Kasus

Gambar Gravatar
http://Jejak-kasus.com | Fakta & Akuntabel - Telp/ Wa Pengaduan: 082243319999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *