oleh

Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Menuntut Ambruknya Jembatan Gantung

Jejak-kasus.com l Pangkalpinang

Pada umumnya aksi unjuk rasa dilakukan oleh banyak orang, sekali ini pemandangan di depan Kantor Wali Kota Pangkalpinang, sangat berbeda di karenakan para mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi demonstrasi tepatnya di Halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (12/11/2020) pagi.

Aksi demo itu, di latar belakangi tentang,  ambruknya pembangunan Jembatan Gantung yang terletak di Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek,  Kota Pangkalpinang, dengan dana Rp 25,980, 529,000,- pada, Selasa 20 Oktober 2020 lalu, yang pelaksanaannya dilakukan oleh PT. Karya Mulia Nugraha menggunakan dana APBD Kota Pangkalpinang Tahun 2020.

Menurut Korlap, sebut saja namanya Burkah mengatakan, aksi kali ini dilakukan untuk menuntut atau menindak tegaskan kepada Wali Kota Pangkalpinang, agar bertanggungjawab atas permasalahan ambruknya jembatan tersebut.”Aksi kali ini dari HMII menuntut, agar Pak wali kota harus bertanggungjawab, dan segera mungkin membentuk sebuah tim investigasi, sehingga dapat mengusut apakah benar bahan-bahan baku material yang digunakan untuk pembangunan sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB),” paparnya.

Dikatakan Ketua PMII PC Pangkalpinang, dalam demo setidaknya ada enam poin tuntutan diantaranya, meminta kepada Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil untuk mempertanggungjawabakan serta menjelaskan kasus ambruk atau robohnya jembatan, berdasarkan data yang lengkap dan segera dipublikasikan kepada masyarakat.

Burkah juga meminta, kepada wali kota,  untuk membuat Timsus yang mempunyai kompetensi untuk segera menguji dan mengecek bahan-bahan yang digunakan dalam pembangunan jembatan gantung, serta DPRD Pangkalpinang, untuk pihak Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, untuk mempercepat hasil investigasi dan memaparkan hasil perkembangan. Kita juga meminta kepada BPK RI Babel untuk mengaudit dana pembangunan jembatan. Dan meminta para pejabat yang bertanggungjawab atas roboh atau ambruknya jembatan, untuk tidak menyalahkan buaya sungai.”Tetapi, meminta tanggungjawab kepada buaya darat, karena buaya darat yang memakan semen, besi dan paku,” tegas Burkah dengan senyuman sinisnya.

Dari hasil demo atau unjuk rasa tersebut, Burkah sangat mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, khususnya Wali Kota Pangkalpinang, yang telah mendengar aspirasi mereka dengan baik.

Harapan, semoga hasil pertemuan kita hari ini ada titik terangnya, dan nanti untuk kedepannya, setiap pelaksanaan kegiatan apapun untuk pembangunan harus lebih profesional dan transparan, agar berjalan dengan sangat baik serta kondusif.”Ini untuk kepentingan masyarakat Bangka Belitung, khususnya warga Kota Pangkalpinang,” tukas Burkah. (Rizaldi/Maulana)

News Feed