oleh

Maulid Nabi Muhammad SAW Tetap Dilaksanakan Saat Pandemi Covid-19

Jejak-kasus.com l Pangkalpinang
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1441 H, selalu digelar di setiap daerah, baik dari pelosok negeri maupun sampai ke kota. Bahwasannya seluruh umat Islam di Indonesia, terus gencar untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai macam cara seperti, dakwah atau ceramah.
Seperti biasanya setiap tahun perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di kediaman Habib Qurais Shahab terus terlaksana.
Menurut salah satu panitia dan selaku Ketua RW 02, Kelurahan Masjid Jamik, Kecamatan Rangkui,Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) M. Kemas Rizaldi mengatakan, kegiatan Maulid Nabi ini, memang setiap tahun dilaksanakan di kediaman Habib Qurais Shahab. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan terlaksana dengan baik, dan persiapan panitia pun sungguh ekstra di saat pandemi Covid-19 melanda. Kita selaku panitia yang dibantu dari teman-teman majelis juga sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah dan kepolisian setempat, sesuai arahan serta petunjuk dari pihak terkait. Menurut mereka, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW boleh dilaksanakan, apabila sudah mengikuti protokol Covid-19. Kami juga selaku panitia pun mengikuti instruksi tersebut, dan mempersiapkan keperluan untuk protokol Covid-19 seperti, tempat pencucian tangan dan kepada jamaah diwajibkan memakai masker.
Menurut Rizaldy, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman Habib Qurais Shahab dijadwalkan hari ini, Minggu (8/11/2020) pukul. 09.00 WIB sampai Sholat Dzuhur dengan mendatangkan, Alhabib Ridho bin Abdullah Assegaf dan tamu kehormatan Wakil Gubernur Babel Drs H. Abdul Fatah M. Si, para alim ulama, para pengurus majelis se-Babel, ada yang dari Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Induk dan Pangkalpinang serta berbondong-bondong warga yang datang untuk menyaksikan Tabligh Akbar.
Tausiyah Alhabib Ridho bin Abdullah Assegaf memberikan, motivasi kepada jamaah tentang bagaimana cara kecintaan kita kepada Baginda Rssullullah Muhammad SAW dalam perjalanan yang sangat sulit, dalam menyebarkan Agama Islam di muka bumi ini dan tentang sejarah asal muasal perayaannya dan apa saja yang akan didapatkan jika merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW.”Yang kita rayakan adalah, hari di mana orang paling mulia di muka bumi ini lahir dan membawa keberkahan. Jadi, sebagai orang Islam kita harus bangga jika merayakannya,” kata Alhabib Ridho.
Setelah selesai mendengar tausiyah, warga kemudian menggelar Sholat DZuhur berjamaah dan menyantap hidangan yang telah disiapkan oleh panitia dan penyelenggara dengan cara makan bersama,  menggunakan satu nampan dengan hidangan khas berupa nasi samin dan gulai kambing. (Maulana)

News Feed