Misteri Burung Ababil

0
147 views

Jejak-kasus.com | Masya Allah, Sebuah film pendek tentang Burung Ababil yang melindungi Ka’ bah dari tentara kuffar Abrahah

Subhanallah, siapa saja yang membuat filem ini, ia sungguh HEBAT!
Saksikanlah sebuah filem pendek tentang kisah Abrahah dan tentara gajah yang mencoba memusnahkan KAABAH, rumah Allah.
Gajah dan kuda pun tidak mau bersahabat dengan tentara Kuffar ini.
Cukup Allah hantar sekumpulan burung kecil ‘Ababil’ saja untuk menghancurkan mereka.

Kisah Burung Ababil Yang Melindungi Ka’bah.

Kabah merupakan bangunan yang sakral bagi umat Islam di seluruh dunia.

Sebagaimana kita maklumi bersama, tawaf adalah ibadah mengelilingi Kabah sebanyak 7 kali putaran sebagaimana tertuang dalam ayat Alquran.

Mengapa umat Islam mengeliling Ka’bah?

“Hendaknya mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah),” (Surat Al-Hajj ayat 29). Itulah perintah yang ada dalam Alquran.

Surat Al fill menceritakan kisah tentara bergajah yang menyerang kota mekkah di tahun kelahiran Nabi Muhammad saw.

Dalam kitab At-TafsiruKabir karya Fahru razy menjelaskan, nama pemimpin pasukan itu adalah abrahah bin as-shabah al-ashrami,raja Yaman.tujuananya ingin meruntuhkan ka’bah lalu mengalihkan peribadatan haji orang-orang arab ke kuil besar bernama al-qulays yang baru dibangun di kota san’a.tafsir itu juga secara detail menyebutkan bahwa ada 9 atau 12 ekor gajah yang ikutserta dalam penyerangan,yang terbesar bernama mahmud. Red Detikkasus.com

Namun rencana itu gagal karena datangnya burung-burung yang melempari pasukantersebut dengan batu-batu kecil sampai binasa.

Peristiwa ini pasti benar-benar terjadi, terbukti ketika surat ini di turun kan di mekah, tidak ada satupun orang kafir Quraisy yang membantahnya.

Padahal, mereka banyak mendus takan ayat-ayat yang lain, Yang sangat menarik adalah urayan detail mengenai bentuk burung ababil, lemparan batu kecil, dan akibatnya pada tubuh gajah maupun pasukan abrahah.

misalnya dalam tafsir majma’ul bayan karya Ibnul Hasan at tabrisi digambarkan bahwa buung itu datang berbondong-bondong dari laut, warnanya ada yang putih, hitam dan hijau.

Setiap burung membawa tiga batu, satu digigt dengan paruhnya, dua di gegnggam masing-masing kakinya, mereka melempari pasukan bergajah yang mau meruntuhkan ka’bah.

Mereka yang teekena lemparan batu dari arah kepalanya, akan terus keluar dari duburnya, kalau kena dari depan, batu itu keluar dari punggung.

Akibatnya, tubuh gajah dan orang-orang itu berlubang seperti daun yang dimakan ulat.kalo kita renungkan sejenak, bukankah itu gambaran dari luka-luka akibat tembakan peluru yang mampu menembus dan mengyak-ngoyak tubuh?

Juga gambaran tentang cara burung membawa batu tadi mengingatkan kepada bentuk pesawat tempur yang aero dinamis mirip burung seperti F-15 atau sukhoi SU-29.

Pesawat itu membawa beberapa peluru kendali di bawah sayap dan moncong senapan mesin dibawah cockpit nya. tentunya, orang Arab Mekah tahun 570 m yang melihat benda-benda terbang pada waktu itu hanya mengerti bahwa itu aalah burung.demikian juga allah menyebukan dengan kata “thairan abaabil”, supaya mudah di pahami oleh umat pada waktu itu.

Semua uraian tentang burung ababil dalam kitab-kitab tafsir juga tidak berasal dari rosulluloh saw. jadi, derajatnyapun hanya sebagai kisah, bukan dalil qath’iy yang tidak boleh dibantah.kalo toh memang abaabil adlah burung yang berterbangan, bagaimana mungkin orang arab waktu itu bisa meliahat batu kerikil panas yang kecil di gigitdi paruh nya dan dua lagi di genggam di cakar nya.

Konon peristiwa itu terjadi dilembah sunyi yang bernama wadimuhassir antara mina dan muzdalifah, dan siapa yang menyaksikan secara mendetail.

Mungkin itu hanya imajinasi para periwayat saat itu.maka seharusnya imajinasi mutakhir pun dibolehkan selama tidak menyangkut soal akidah. tidak mustahil bahwa barangkali yang dimaksud dengan abaabil adalah satu skuadron peswat tempur milik negara islam abad ke-21 ini.

Kemudian bagaimana bisa masuk ke dalam peristiwa itu? teori lompatan waktu sudah semakin mendekati kenyataan.

Al-Qur’an sendiri banyak mengungkapkan perjalanan antar waktu, tentang relativitas waktu.

Kisah isra’ mi’raj Nabi Muhammad Saw. sholat besama nabi-nabi tgerdahulu, merupakan perjalanan ke masa lampau, mungkinsaja satu rombongan pesawat tempur muslim tadi sedang terbang berpatroli, lalu terjebak dalam pusaran angin di atas laut merah, yang ternyata adalah lorong waktu?

Mereka terbawa mundur k abad ke 6 M di atas jazirah arabia dan melihat ada pasukan tentara bergajah akan menyerang ka’bah, bisa jai pilot-pilot muslim itu hafal surat AL-Fiil sehingga mereka tau niat buruk pasukan darat itu, lalu secara refleks menmbaki gencar dari udara. jadi, mungkin merekalah burung-burun abaabil yang dikirim alloh menjadi pelakuperistiwa mukjizat.

Uraian dalam kitb-kitab tafsirpun sudah mirip, mereka bisa disebut dikirim allah karena sebagai pilot yang beriman pasti akan membela ka’bah.

Bagaimana nasib mereka kemudian? apakah bisa kembali ke abad sekarang? kita semua tidak tahu keadaan mereka, ada pendapat bahwa mereka tidak bisa kembali lagi karena kehilangan kendali akibat lompatan waktu dan mereka meninggal, ada pula yang mengatakan bahwa mereka itu kehabisa bahan pangan dan bahan bakar, semua itu wallahu’alam bishawab.

Maka kisah di selamatkannya ka’bah oleh burung-burung abaabil yang di kirim allah akan tetep menjadi misteri.

Kelak bila mesin waktu sudah ditemukan kiata bisa mundur ke tahun 570 dan melihat sendiri peristiwa pasukan gajah dimekah, apakah burung atau pesawat tempur. walahu’ alam.

Dipublikasikan oleh Tim9 Media PT. PRIA SAKTI PERKASA. (Amir ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here