oleh

Oknum SPBU No. 24-33170  Marah-Marah dan Kangkangi Aturan 3S

Jejak-kasus.com l Pangkalpinang

SPBU 24-33170 Jalan Mentok – Keramat, Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diduga tidak menerapkan Senyum Sapa Sopan (3S). 3S menjadi motto di setiap SPBU yang ada dilingkungan SPBU itu sendiri.

Salah seorang warga masyarakat Puad kepada Jejak-kasus.com menyatakan, bahwa adanya dugaan pelayanan
tidak menyenangkan oleh pihak SPBU tersebut, dan ia sangat kecewa kepada karyawan SPBU itu.”Saya tidak memakai masker pak, jadi  karyawan itu, bersikap arogan dan marah-marah, sambil menekan pinggang dengan suara keras mengucapkan, perkataan yang tidak pantas di depan orang banyak.Apakah seperti itu aturan yang ada disetiap SPBU,” ungkap Puad, Jumat (20/11/2020).

Lanjut Puad, di saat ia mau mengisi BBM Pertamax Rp 10 ribu, pelayan tersebut seakan-akan acuh tak acuh.”Terkesan meraka, telah menggangkangi aturun yang diterapkan seperti 3S saat berada di SPBU,” ujar Puad.

“Saya juga seorang wartawan dan saya mau mengambil poto-poto untuk dokumentasi salah satu petugas keamanan berpakian karyawan SPBU, tidak memakai pakian lengkap seorang security, bersikap berang. Dia bilang bapak tidak boleh ambil foto di sini, siapapun dan wartawanpun tidak ada hak untuk mengambil foto di area SPBU dengan nada marah-marah,” ujar Puad.

Mendapatkan pengaduan masyarakat tersebut, Jejakkasus.com beserta media KabarXXI.com dan media GlobalNews.tv Investigasi.com mendatang pihak SPBU menemui manajer. Manajer SPBU itu
langsung memanggil dua oknum karyawan.  Dihadapan awak media saat dikonfimasi hal tersebut ke oknum karyawan. Dua oknum karyawan SPBU menjelaskan, bahwa mereka sudah minta maaf.”Sebelum kami mau mengisi bensin kami sudah menegur bapak itu, karena tidak memakai masker. Padahal telah dituliskan harus menggunakan masker. Kami bukan marah pak, cuma kami kesal terhadap bapak tersebut, sudah dibilang masih juga melawan,” tutur kedua karyawan SPBU.

Disinggung apakah ada aturan, apabila masyarakat tidak menggunakan masker
tidak boleh membeli BBM. Mereka diam dan tidak bicara apapun. Di sela-sela pembicaraan Manajer SPBU mengatakan, sturan kami disini harus menggunakan masker, karena kami disisplin aturan yang kami buat. Di saat bersamaan disinggung,  kenapa ibu selaku menejer tidak menggunakan masker?.”Iya katakan yaa, saya tidak tahu kalau bapak mau datang kesini,” ucapnya.

Disinggung lagi tentang adanya alat-alat
seperti pengisian air radiator dan pengisian angin ban mobil. Manajer SPBU mengatakan, itu sudah lama tidak berfungsi
lagi dan sudah diputuskan kerjasama dari mitra kami.

Untuk membuktikan kejadian, maka Puad meminta kepada manajer membuka CCTV yang ada di SPBU 24-33170, untuk melihat kejadian sebenarnya. Namun pihak manajer, enggan untuk memperlihatkan rekaman CCTV  dengan dalil manejer, petugas atau  bagian CCTV tidak ada di tempat.

Sedangkan Puad menyatakan, persoalan ini belum selesai, karena Fuad merasa kurang puas. Fuad mau melaporkan ke polisi.”Ancaman dari oknum karyawan laki-laki yang mengaku sebagai security yang diduga bisa memegang dua jabatan.

Puad berharap, agar kedua oknum karyawan SPBU 24-33170 diberhentikan atau dipecat.”Kalau engak begitu, nanti takut menjadi contoh karyawan lainnya,” tegasnya. (Maulana/Rizaldi)

News Feed