PEDAGANG GUNUNGSITOLI MENGELUH TINGGINYA SEWA KIOS ERNA LAPOR KEPOLISI PERALIHAN KIOS MILIKNYA.

0
108

GUNUNGSITOLI | jEJAK-KASUS.COM – Dipasar Soliga hampir dua minggu terakhir heboh pedagang kota Gunungsitoli mengeluh dan menyampaikan surat resmi mereka, protes pedagang karena sewa kios yang sangat tinggi, sementara pasar sepi dan aktif pasar ini hanya sampai jam 10 pagi. Puluhan pedagang  didampingi Lsm Tim Khusus  LP-RI Kepulauan Nias dan ormas serta Lembaga dikepulauan Nias.
sejumlah pedagang  24 orang dan ditambah 14 orang menandatangani surat keberatan tersebut dan surat tersebut sudah disampaikan langsung dan audensi langsung kepada Kepala Perindag Kota Gunungsitoli( Abdul Majid Caniago, SE, M.Si, kabid DPMPPTSP( perizinan)Walikota Gunungsitoli,  DPRD kota Gunungsitoli dan kepada Bapak Kapolres Nias, papar pedagang kepada awak media dilokasi kantor Walikota Gunungsitoli.
Keluhan tersebut dari tahun 2014, sesuai surat pedagang dikantor DPRD kota Gunungsitoli tanggal 17/11/2014 , pedagang memohon audensi kepada pimpinan DPRD kota Gunungsitoli dengan materi keluhan pedagang karena tingginya restribus sewa kios dan surat ini ditanda tangani 14 orang pedagang. Namun Pemerintah kota Gunungsitoli diduga abaikan keluhan pedagang, dengan keluarnya PERWAL kota Gunungsitoli diduga tidak pro rakyat.
Menurut tanggapan dan penjelasan Kadis Perindag kota Gunungsitoli(AM) saat Konfirmasi” Keluhan masyarakat sexara tertulis akan kami sampaikan kepada Walikota Gunungsitoli, dan dasar kami sesuai Perda dan Perwal” ungkap kadis
Dilokasi kios pasar Soliga ditempelkan di dinding kios surat dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian tanggal 8/2/2018 tentang pemberitahuan pengurusan izin tempat usaha Kios/Los pasar rakyat ditandatangani oleh kadis Perindag Abdul Majid Caniago, SE, M.Si.Mengenai surat pedagan inisial L memohon kepada Walikota Gunungsitoli menunda pengurusan surat izin karena tarif sewa kios masih belum dikurangi.
Penyebab ketidak mampuan puluhan pedagang tarif sewa kios ini, dituangkan dalam surat permohonan keringanan retribusi/sewa kios pasar soliga kecamatan Gunungsitoli oleh pedagang, ormas, lsm dan lembaga-lembaga di kota Gunungsitoli, ungkap Ws kepada Media.
Lanjut, para pedagang mengatakan dalam suratnya” 1. Kami merasakan perputaran dagang dilokasi kios sekitarnya sangat sepi.2. Didalam areal pasar Soliga banyak pedagang musiman berjualan sepanjang akses jalan masuk, akhirnya pembeli tidak dapat masuk kepasar tempat jualan kami, sehingga kami hanya dapat keuntungan kotor 25.000 s/d 50.000 perhari, sementara sewa kios 9.000 s/d 18.000 perhari jadi pertahun rata-rata 3.285.000 sampai dengan 6.570.000 ikut dihitung hari minggu , jadi kami kesulitan, bagaimana biaya kebutuhan rumah tangga kami, biaya anak kami sekolah, biaya operasional kami, serentak para pedagang bicara.
Pemerintah kota Gunungsitoli seharusnya pro rakyat karna pasar itu untuk rakyat, kami berharap walikota Gunungsitoli tinjau kembali PERWAL tersebut secepatnya, tandas pedagang.
Ditempat terpisah Pedagang Ernawati Harefa sejak 2011 sampai 2016 tercatat nama dan telah memiliki izin dari Pemerintah Kota Gunungsitoli sebagai penyewa resmi kios Soliga  ini, namun seminggu yang lalu dialihkan kepada orang lain, tutur Erna wati Harefa( seorang janda ini domisi desa Hilinaa lokasi lapas Gunungsitoli)
Erna akan  keberatan dan melaporkan ini kepada polisi seandainya kios miliknya ini dialihkan kepada orang lain, tegas Erna.( Ndraha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here