Renungan Jejak Kasus | Hanya Allah SWT Yang Tau Tanggal Kematian Seseorang Sesuai Surat Al-An`am Ayat 61.

oleh

Jejak-kasus.com “Yang mengetahui tanggal kematiannya itu nanti hanyalah Allah SWT semata.”

TIDAK SEORANGPUN YANG TAU, KAPAN KITA MATI – MARI PERBAIKI DIRI DARI SEKARANG.

Kematian merupakan suatu proses yang pasti akan dirasakan setiap makhluk hidup. Tapi kapan kematian itu akan datang? Hanya ALLAH SWT saja yang maha mengetahuinya. Yang jelas, kematian yang tidak seseorang sama dengan orang lain. Waktu dan penyebabnya sangat beragam, apalagi keadaan manusia setelah mati juga bermacam-macam. Begitulah ALLAH SWT berkehendak. Semua yang menimpa manusia di saat-saat kematian, sangat tergantung dari bagaimana manusia tatkala menjalani kehidupannya di dunia.

Bagi orang yang sedang mengalami sakaratul maut, sebelum ruhnya sampai di tenggorokan, ALLAH SWT berkenan membukakan isi alam malakut (alamnya para malaikat). Jika seandainya lidah orang yang sedang sakaratul maut mampu berucap, niscaya dia akan berbicara mengenai para para malaikat. Mau tahu apa yang terjadi saat itu, hanya ia simpan dalam dirinya sendiri. Lidah terasa kaku agar terasa sulit untuk mengucapkannya.

Malaikat ini menarik ruh dari ruas dan ujung jari sehingga ruh akan telepas dari jasad. Orang yang durhaka, ruhnya akan terlepas laksana panggangan yang ditarik dari benang wol yang basah. Orang tersebut menyangka perutnya penuh dengan duri, seakan-akan jiwanya dikeluarkan dari lubang jarum, sehingga terasa sesak dan seakan-akan langit bersatu dengan bumi dimana ia berada di antara kedua.

Nabi Muhammad saw., Pernah bersabda, “Sungguh sakaratul maut itu lebih dahsyat dari tebasan 300 pedang”.

Maka saat sedang mengalami proses sakaratul maut, keringat bercucuran membasahi tubuh, mendelik, puncak hidungnya terasa memanjang, tulang-tulang iganya terangkat, jasadnya menegang dan warna kulitnya menguning.
Pernah saat istri Rasulullah saw., Aisyah menyayangi Rasulullah di saat sakaratnya, sedangkan Nabi pada saat itu sedang melakukan pemeriksaan di tikungannya. Berlinang airmata Aisya sambil berkata, “Diriku tebusan sesuatu yang sukamu dari takut dan kesakitan. Anda tidak pernah tersentuh jin sebelum ini dan tidak ada rasa takut di wajahmu. Kenapa sekarang aku melihat sesuatu seperti celupan yang terendam. Jika orang mati memancarkan cahaya, maka cahaya-cahaya wajahmu sekarang pun sudah memancar. ”

Jika ruh seseorang sudah sampai ke hati, lidah orang tesebut akan terkunci, tidak bisa berbicara dan ia tidak bisa berucap saat ruhnya sudah terkumpul di dadanya. Sungguh keadaan yang tidak akan bisa dirasakan sebelum menjalaninya sendiri. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Hal ini bisa terjadi karena dua hal.

Pertama , kejadian ini merupakan kejadian yang sangat besar sehingga dadanya sudah sempit sebab ruh terkumpul di situ.

Kedua , karena rahasia yang terkandung di dalam gerakan suara yang keluar dari lisan berasal dari hawa panas tubuh. Namun saat hawa panas dalam tubuh menghilang, maka ia tidak bisa berbicara lagi. Keadaan tubuh pada saat sakaratul maut hanya akan mengalami dua keadaan, yaitu menegang dan keadaan dingin, karena ia telah kehilangan hawa panas tubuh. Pada akhirnya, keadaan pada saat yang memang menyebabkan orang yang berbeda-beda.

Saat meninggal, keadaan yang sangat dibutuhkan manusia. Ada yang meninggal dalam keadaan tersenyum, terasa cepat tanpa rasa sakit. Terkadang ada pula yang dalam keadaan yang sedang, buatlah orang yg merasa merasa iba dan pasti. Sulit atau mudahnya ruh keluar dari jasad, tergantung dari amal yang dilakukan manusia saat hidup di dunia.

Kalau orang yang mati sedang mandi ludahnya terus mengalir, mengerut dua bibirnya, menghitam wajah dan menguning dua kali, maka tanda-tanda itu adalah orang yang sengsara, karena pada saat itu terlihat lipat hakikat kesengsaraan di akhirat nanti. Namun bila si mayit mengering mulutnya dan mau-akan dia sedang tertawa, wajah berseri, terkatup, maka tanda-tanda itu orang yang akan di dapatkan, karena pada saat itu ia sudah melihat hakikat kemuliaan dirinya.

Saat ruh sudah di ambang pintu keluar dari jasad, semua panca indera manusia tidak akan bisa berfungsi lagi, kecuali indera pendengaran. Saat ruh tidak lagi dari hati, ia akan merusak pandangan mata. Sementara pendengarannya belum hilang ruherah dari jasad. Karena itu Rasulullah saw. bersabda, “Talkinkan lah orang yang akan mati dari kalian dengan dua kalimat syahadat, yaitu tiada Tuhan selain ALLAH dan Muhammad adalah utusan ALLAH.

Anjuran untuk pria-talkin-kan pada saat sakaratul maut (membantu mengarahkan beberapa kalimat syahadat) sangat membantu si mayit dalam sakaratnya. Meski semua panca inderanya sudah tidak bisa berfungsi lagi, tapi pendengarannya masih berfungsi, sehingga ia akan bisa mendengar suara orang-orang yang berada di sekelilingnya. Dengan bantuan talkin tersebut, bisa saja si mayit akan selalu teringat kepada ALLAH SWT, karena ia menolak semua ajakan iblis yang mencoba untuk menjerumuskannya pada saat sakaratul maut. Tentu hanya ALLAH SWT saja yang Maha Mengetahui dan Maha Berkehendak tentang keadaan manusia saat sekaratnya.

Begitulah hakikat dari kematian yang akan menimpa setiap makhluk ciptaan ALLAH SWT. Begitu dahsyatnya meninggal itu terjadi, jadi mau tidak mau kita harus selalu mendekatkan diri kepada ALLAH SWT dan memperbanyak amal kebaikan.

Kematian adalah animasi ALLAH SWT kepada makhluk-NYA agar selalu dapat mengambil pelajaran darinya. Hanya untuk ALLAH lah kita menyembah dan hanya untuk ALLAH pula lah kita memohon pertolongan. Semoga ALLAH SWT berkenan memudahkan kita dan mengaruniakan kepada kita khusnul khotimah , amin.

Sumber : Mengungkap Rahasia Hari Kemudian (Imam al-Ghazali)

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian cari tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri” . (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an:

1. Kematian sedang dan siap menghampiri manusia meski kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan ALLAH (tentu saja) untuk apa yang ada dalam dadamu dan untuk apa yang ada dalam hatimu. ALLAH Maha Mengetahui isi hati “. (QS Ali Imran [3]: 154)

2. Kematian akan melayang di balik bangunan yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang semakin canggih.
Di mana saja kamu berada, sekarang kamu akan merasakannya, kendati kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka menghasilkan kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi ALLAH”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad) “. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi ALLAH”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak mengerti pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisaa ‘[4]: 78)

3. Kematian akan Mengejar siapapun walaupun besarbesaran lari menghindar.
Katakanlah : “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sungguh fatal itu akan kamu tambahkan, maka kamu akan dikalahkan (ALLAH), yang tau yang gaib dan yang nyata, lalu dia beritakan apa yang kamu kerjakan”. (QS Al-Jumu’ah [62]:

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya ALLAH, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari kiamat; dan Dia-lah Yang turun hujan, dan apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang yang bisa mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang bisa mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Luqman [31]: 34)

5. Kematian sudah pasti waktunya, tidak bisa ditunda atau dipercepat.
Dan ALLAH kali-kali tidak akan menangguhkan (meninggal) seseorang yang hadir waktu meninggalnya. Dan ALLAH Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Munaafiquun [63]: 11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW:

“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

“Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu bisa diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek? ” (HR Bukhari)

Imam Ghozali juga mengutip sebuah riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang menjalani sebuah pekuburan berdoa pada ALLAH SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui selengkapnya sakaratul maut. Dengan izin ALLAH melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia!”, Kata pria tersebut . “Apa yang kalian kehendaki dariku? Lima puluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun sampai sekarang rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku. ”

Proses sakaratul maut bisa kejam waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak bisa dihitung dalam ukuran detik seperti detik detik dunia saat kita menyaksikan detik-

Rasa sakit sakaratul maut terjadi setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses operasi kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana ALLAH. (Priya).

Publikasi: Supriyanto Als Priya Pimpinan Redaksi Tim 9.

1. Detikkasus.com
2. Sidakkasus.com
3. Beritacybercrime.com
4. Radarbangsa.co.id
5. www.jejakkasus.info
6. Beritapolisi.id
7. Mediasaberpungli.com
8. Jejak-Kasus.com
Email Pengaduan : detikkasus@yahoo.com /
Telp Wa Pengaduan Redaksi: 082243319999

Tentang Penulis: Admin Jejak Kasus

Gambar Gravatar
http://Jejak-kasus.com | Fakta & Akuntabel - Telp/ Wa Pengaduan: 082243319999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *