Sahabat: Teruslah Istigamah ” Jangan Risaukan Omongan Orang Sebab Setiap Orang Membacamu Dengan Pemahaman yang berbeda.

oleh

 

Video Teruslah Istigamah ” Jangan Risaukan Omongan Orang, Sebab Setiap Orang Membacamu Dengan Pemahaman yang berbeda.

Jejak-kasus.com | Sahabat: Teruslah Istigamah ” Jangan Risaukan Omongan Orang Sebab Setiap Orang Membacamu Dengan Pemahaman yang berbeda.

Istiqamah adalah anonim dari thughyan (penyimpangan atau melampaui batas). Istiqamah bisa berarti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser, karena kata istiqomah berasal dari kata “قام” yang berarti berdiri. Secara etimologi, istiqamah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.
Jika dilihat dalam arti yang lebih luas Istiqamah juga berati kemurnian tauhid (tidak boleh menyekutukan Allah dengan apa dan siapapun), komitment terhadap perintah dan larangan dan tidak boleh menipu, mengikhlaskan amal kepada Allah swt, melaksanakan kewajiban-kewajiban, melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksitan, komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu dengan Allah swt atau juga mereka beristiqamah dalam mencintai dan beribadah kepaada-Nya tanpa menengok kiri kanan.Perintah untuk istiqomah dalam tauhid dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah semata hingga mati.

“Sesungguhnya mereka yang berkata: Allah adalah Tuhan kami kemudian mereka istiqamah..” (QS. Fussilat 41: 30); “Sesungguhnya orang yang menyatakan: Tuhan kami adalah Allah. Kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka cita” (QS. Ahqaf 33: 13)

Istiqamah memiliki arti yang sangat dalam. Dalam hadis disebutkan, dari Abu `Amru – atau digelar juga Abu `Amrah – Sufian ibn Abdullah r.a. beliau berkata: “Aku berkata: Wahai Rasulullah! Ajarkan untukku dalam lslam suatu ucapan yang aku tidak perlu lagi bertanya kepada orang lain selainmu. Baginda bersabda: Ucapkanlah: Aku beriman kepada Allah. Kemudian hendaklah engkau beristiqamah.” Kalimat itu mengandung arti bahwa suatu ibadah yang dilakukan bukan hanya amalan itu besar, namun juga dijalankan secara terus-menerus dan selalu ditingkatkan. Hal ini disebabkan sikap istiqamah mempunyai derajat yang sangat tinggi.

Istiqamah akan membentuk kualitas batin yang melahirkan sikap konsisten (taat) dan teguh pendirian untuk menegakkan dan membentuk sesuatu menuju pada kesempurnaan atau kondisi yang lebih baik. Sikap istiqamah hanya mungkin merasuki jiwa seseorang bila mereka mempunyai tujuan atau ada sesuatu yang ingin dicapai. Orang yang istiqamah sangat menghargai waktu: tanggung jawab dan disiplin, tidak menunda-nunda waktu.
Sifat istiqamah yang dimiliki seseorang akan mendatangkan rahmat Allah dalam segala aktivitas kita. Hal ini diwahyukan Allah kepada Muhammad dalam al-Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. Ali Imran:102-103).

Semoga bermanfaat:

Publikasi: Supriyanto Als Priya Pimpinan Redaksi Tim 9.

1. Detikkasus.com
2. Sidakkasus.com
3. Beritacybercrime.com
4. Radarbangsa.co.id
5. www.jejakkasus.info
6. Beritapolisi.id
7. Mediasaberpungli.com
8. Jejak-Kasus.com

Telp Wa Pengaduan Redaksi: 082243319999

Tentang Penulis: Admin Jejak Kasus

Gambar Gravatar
http://Jejak-kasus.com | Fakta & Akuntabel - Telp/ Wa Pengaduan: 082243319999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *