oleh

Setelah Sempat Meledak Warga Tolak PT Semar Gemilang yang Akan Kembali Beroperasi

-Peristiwa-168 views

KABUPATEN BEKASI – Warga Kampung Kedung RT 01 RW 02 Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Jawa Barat, kembali di resahkan oleh oknum pengusaha SPBE yang di kelola PT Semar Gemilang.

Pasalnya perusahaan tersebut sempat mengalami ledakan hingga menewaskan 5 orang dan beberapa warga terluka bakar. Tanpa menghiraukan warga setempat perusahaan tersebut ngotot akan terus beroperasi.

Di depan pihak perusahaan dan perwakilan desa, warga Sukaringin memperotes keras dan sangat tidak setuju bila mana PT. Semar Gemilang masih beroperasi kembali, alasan warga merasa trauma dengan ada nya kejadian beberapa bulan lalu.

“Kami warga Sukaringin tidak setuju dengan di bukanya kembali PT. Semar Gemilang di tengah tengah pemukiman warga, karena sampe sekarang saya warga masih terauma dan sangat takut,” Jelasnya.

“saya sendiri yang rumahnya dekat Perusahaan Gas tersebut masih merasakan trauma yang berkepanjangan dan pihak PT belum ada itikad baik dengan kami. Dan saudara kita pun masih sakit belum sembuh luka bakarnya akibat ledakan gas itu,”ucapnya dari salah satu warga.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Bekuk Pelaku Pengeroyokan di Kali Malang

Dengan tidak hadirnya Kepala Desa Sukaringin masyarakat merasa kecewa. Dalam klarifikasi tersebut warga di dampingi LSM GMBI, sempat merasa heran karena di tempat tersebut tidak di hadiri kepala desa maupun keluarga kepala desa, yang awalnya sempat menolak keberadaan perusahaan yang menewaskan 5 orang dan melukai puluhan warga.

“Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat sangat menyangkan kepala desa yang tidak hadir dalam rencana perusahaan akan membuka kembali dan beraktifitas, meski mendapat penolakan warga yang masih trauma dengan kejadian yang banyak menimbulkan korban jiwa” terang Hartono anggota GMBI distrik tiga Suka Wangi.

“Kami curiga dengan ketidak hadiran kepala desa seperti nya ada keberpihakan kepada perusahaan, kami juga tidak yakin perusahaan telah mengantongi ijin berdirinya dan beraktifitas di tengah pemukiman warga,” lanjut Hartono.

Dengan adanya penolakan warga yang tidak di dengarkan oleh pihak perusahaan yang rencana ngotot akan beroperasi di tengah rasa trauma warga LSM GMBI dalam ungkapannya akan terus mengawal dan mendampingi warga.

Sumber: Bekasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed