SIMULASI PELATIHAN DARURAT, PESAWAT PEACOCK AIR KECELAKAAN DI BANDARA JUANDA, 30 ORANG MENINGGAL DUNIA.

0
77

Jejak-kasus.com | Sidoarjo,15/3/18, Pesawat Peacock Air dengan kode penerbangan JBL-095 tujuan ke Hongkong tiba tiba mengalami kecelakaan di Bandara Juanda Surabaya, kamis malam 15/3/18, pesawat jenis Airbus 330 seri 200 tersebut mengalami kegagalan saat melakukan take off dari runaway 10 bandara juanda pukul 21.00 wib.

Pesawat yang membawa 210 orang penumpang dan 11 kru tiba tiba mengalami pecah ban sebelum mengudara.

Akibatnya, pesawat kemudian swing ke kiri dan terhempas di sekitar pond timur bandara juanda.Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim evakuasi dilaporkan 30 orang meninggal dunia, 52 orang luka berat, 69 orang luka sedang, dan 70 orang luka ringan.

Beruntung, kejadian tersebut merupakan bagian dari latian penanggulangan keadaan darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke 95 yang di selenggarakan oleh PT Angkasa Pura 1 (Persero) dibandara juanda.

Latihan ini melibatkan 646 personel yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee, yang berasal dari Angkasa Pura 1, TNI/ POLRI, Jihandak dan Kopaska, Perum LPPNPI, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan rumah sakit serta puskesmas sekitar,DVI Polda Jatim, Tim SAR surabaya, Kantor Imigrasi surabaya, Kantor Bea Cukai Juanda,Tim pemadam kebakaran, Serta kru maskapai dan groundhandling.

Latihan yang digelar ini di bandara juanda merupakan simulasi berskala besar (full scale exercise) berkonsep “one day three exercise.” Selain latihan yang berkaitan dengan kecelakaan terbang (aircraft accident exercise), dilakukan pula latihan terkait penanganan bom dan ancaman keselamatan penerbangan (aviation security exercise). Uniknya latian PKD ini yang di gelar di bandara juanda merupakan latian pertama yang dilaksanakan pada malam hari.

Kejadian darurat dapat terjadi kapan pun juga,latian PKD kali ini kenapa sering dilakukan malam hari guna melatih kesigapan para personal serta kesiapan peralatan pendukung, untuk menguji fungsi koordinasi, komunikasi, komando, serta antar unit instansi sesuai dengan dokumen penanggulangan keadaan darurat bandara udara (Airport Emergency Plan Document), Dokumen program keamanan Bandar udara, serta standart operating procedure (SOP) yang berlaku di bandara”jelas Direktur Operasi Angkasa Pura 1 Wendo Asrul Rose.

Menurut wendo, latihan PKD Dirgantara Raharja ke 95 di bandara juanda merupakan latian yang pertama kali dari tujuh PKD yang rencananya akan digelar oleh oleh Angkasa Pura 1 ini di tahun 2018, Disamping ketiga latian inti tadi, dalam kesempatan ini juga dilakukan simulasi skenario penanganan pasca tragedi,meliputi penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters meeters dan penanganan terhadap media (media handling).

Masing masing stakeholder di bandara juanda ini dapat teruji, terlatih, sekaligus memantapkan kemampuan personal sesuai dengan bidang tugas masing masing,dalam rangka penanggulangan keadaan darurat penerbangan,”ucap Wendo AR.Kami sebagai pengelola bandara berkomitmen untuk senantiasa mengedepankan pelayanan semaksimal mungkin kepada pengguna jasa bandara dengan mengutamakan aspek dasar yang telah meliputi 3S+1C, yaitu Safety, Security, Service, dan Compliance.

Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama karena terkait dengan keselamatan jiwa manusia,untuk itulah latihan semacam ini dilakukan,”tambah General Manager Bandara Juanda Heru Prasetyo. (Sulton).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here